Operasi Gabungan Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing Kabupaten Gianyar

Sebelum dilakukannya Operasi Gabungan , dilakukan rapat persiapan yang dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian selaku Plh. Kepala Seksi Wasdakim pada tanggal 18 Agustus 2016 di ruang Sekretariat Tim Pora dengan memberikan informasi informasi kepada anggota TIM Pora Kabupaten Gianyar mengenai wilayah yang akan dijadikan target pengawasan dan mengumpulkan informasi - informasi dari anggota TIM Pora mengenai keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Gianyar.

 Sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Nomor : W20.EB-GR.03.02- 0285 tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Gianyar yang selanjutnya disebut Tim Pora Kabupaten Gianyar, bersama - sama dengan beberapa instansi terkait (operasi gabungan) sebagaimana disebutkan dalam surat perintah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar dengan nomor : W20.EB-GR.02.01-4. 0394 tanggal 09 Agustus 2016 melakukan pemantauan dan pengawasan terpadu di wilayah Kabupaten Gianyar.

Setelah dilakukannya pemeriksaan di PT. Outpost Creative Space, pada pukul 12.25 Wita Tim Gabungan menuju perusahaan HUBUD yang beralamat di Jl. Monkey Forest 88x Ubud, Gianyar. Kemudian Tim Gabungan bertemu dengan salah satu karyawan bagian HRD dan menyampaikan kepada Tim bahwa benar di perusahaan tersebut ada kegiatan warga negara asing namun Warga Negara Asing yang berkegiatan di perusahaan tersebut hanya sebagai pengunjung, karena tempat tersebut memfasilitasi dan menyewakan untuk kegiatan - kegiatan workshop dan penyewaan Internet. Setelah dilakukannya pemeriksaan perusahaan HUBUD tidak mempekerjakan Warga Negara Asing dan tidak ditemukan adanya pelanggaran Keimigrasian.

Pada pukul 13.30 Tim Gabungan melanjutkan pemeriksaan ke Sekolah Sjaki - Tari - US yang bernaung dibawah Yayasan Bali Hati yang beralamat di Jl. Monkey Forestm, Ubud, Gianyar. Setelah sampai di sekolah tersebut Tim Gabungan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah yang bernama Luh Mertasari. Tim kemudian mewawancarai Ibu Luh Mertasari dan dari hasil wawancara tersebut dijelaskan bahwa Sekolah Sjaki - Tari - US mempekerjakan tenaga kerja asing berjumlah 4 orang dengan data sebagai berikut :

  • Nama               : MARYE MORSELT
    Kebangsaan    : Belanda
  • Nama               : NEVENA TAMIS
    Kebangsaan    : Belanda
  • Nama               : ANOEK VAN VELAHWIZEN
    Kebangsaan    : Belanda
  • Nama              : NAARA TOMASOWA
    Kebangsaan   : Belanda

Dari hasil pemeriksaan dan bukti - bukti yang ditemukan serta penjelasan dari Ibu Luh Mertasari selaku Kepala Sekolah bahwa semua orang asing tersebut mengaku sebagai tenaga suka rela yang membantu kegiatan di sekolah tersebut namun diduga adanya pelanggaran Keimigrasian karena semua orang asing tersebut menggunakan Visa Sosial Budaya tanpa disponsori oleh Sekolah Sjaki - Tari - Us dan Yayasan Bali Hati. Kemudian Tim membawa Paspor dari orang asing tersebut, namun Tim hanya mendapatkan 2 buah Paspor dan 2 buah Paspor yang lain akan diserahkan tanggal 19 Agustus 2016 ke Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar serta Tim akan memanggil semua orang asing tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.