Singaraja / Minggu, 18 Agustus 2024 / Kantor Imigrasi Singaraja kembali mengambil tindakan tegas terhadap seorang warga negara asing berkewarganegaraan Taiwan berinisial JHH (Laki-laki). Pasalnya WNA tersebut tertangkap basah tinggal lebih lama dari izin tinggal yang dimiliki.
Kepala Kantor Imigrasi Singaraja (Hendra Setiawan) menyampaikan bahwa JHH sebelumnya datang ke Kantor Imigrasi Singaraja untuk mengajukan permohonan layanan izin tinggal. Akan tetapi petugas verifikasi menemukan kejanggalan dimana dokumen izin tinggal WNA tersebut telah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi.
“Mendapati temuan tersebut, WNA yang bersangkutan kemudian menjalani pemeriksaan oleh tim Inteldakim Kantor Imigrasi Singaraja. Adapun hasil pemeriksaan diketahui bahwa pada tanggal 12 Februari 2024 yang bersangkutan masuk ke Indonesia dengan menggunakan Visa on Arrival (VOA) dan juga telah melakukan perpanjangan satu kali. Selama overstay yang bersangkutan berada di Bekasi, Jawa Barat bersama dengan sang istri yang merupakan WNI asal Blitar, Jawa Timur”, ungkap Hendra.
Visa On Arrival (VOA) merupakan jenis visa hanya dapat diperpanjang masa berlakunya maksimal satu kali. Apabila masa berlaku setelah perpanjangan tersebut sudah habis, Warga Negara Asing harus meninggalkan wilayah Indonesia.
“Tiket penerbangan ditanggung oleh yang bersangkutan pribadi, jadi Imigrasi tidak menanggung biaya tiketnya. Yang bersangkutan sudah kami deportasi pada 18 Agustus 2024 menggunakan penerbangan AirAsia QZ590 dengan tujuan akhir Taoyuan International Airport, Taipei, Taiwan”, tambah Hendra. “Pendeportasian dan penangkalan terhadap WNA tersebut merupakan wujud komitmen penegakan hukum keimigrasian. Kami senantiasa menggelar patroli keimigrasian yang menyasar titik-titik strategis keberadaan Warga Negara Asing. Namun demikian, partsipasi aktif dari masyarakat dalam melaporkan aktivitas WNA yang mencurigakan tetap kami perlukan sehingga pengawasan keimigrasian dapat semakin optimal serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat aktivitas dan keberadaan WNA di wilayah Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Karangasem. Pelaporan mengenai WNA yang meresahkan dapat dilakukan dengan menghubungi nomor hotline 0811389809”, ujar Hendra.




